Biografi Soekarno – Proklamator & Presiden Pertama RI

Biografi Soekarno, Proklamator & Presiden Pertama RI

Mari kenal lebih dekat sosok proklamator kemerdekaan RI dan presiden pertama Indonesia melalui biografi Soekarno berikut ini.

Biodata Ir. Soekarno

  • Nama Lengkap: Dr. Ir. H. Soekarno
  • Nama Kecil: Koesno Sosrodihardjo
  • Lahir: Surabaya, 6 Juni 1901
  • Wafat: Jakarta, 21 Juni 1970
  • Orang Tua: Soekemi Sosrodihardjo (Ayah), Ida Ayu Nyoman Rai (Ibu)
  • Istri: Oetari, Inggit Garnasih, Fatmawati, Hartini, Kartini Manopo, Ratna Sari Dewi, Haryati, Yurike Sanger, Heldy Djafar
  • Anak: Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri, Guruh Soekarnoputra, Taufan Soekarnoputra, Bayu Soekarnoputra, Totok Suryawan Soekarnoputra, Karina Kartika Sari Dewi Soekarno, Ayu Gembirowati

Masa Kecil dan Remaja Soekarno

Soekarno dilahirkan dengan nama Koesno Sosrodihardjo. Sayangnya nama Koesno membuat Soekarno sering sakit-sakitan. Menurut kepercayaan orang Jawa, nama yang disematkan tidak cocok atau terlalu besar. Akhirnya, ayah dari Soekarno, Raden Soekemi Sosrodihardjo mengganti namanya menjadi Soekarno.

Karno diambil dari tokoh pewayangan Ramayana Karna. Sementara itu kata Su dianggap memberikan keberuntungan kalau diletakkan di depan nama. Akhirnya nama Soekarno dipakai sejak beliau berusia belasan tahun. Sejak saat itu, beliau tidak pernah mengalami sakit lagi.

Masa kecil dari seorang Soekarno berjalan cukup sulit. Dia harus berpindah beberapa kali mengikuti tempat kerja dari ayahnya. Setelah lahir di Surabaya, beliau pernah tinggal bersama dengan kakeknya bernama Raden Hardjokromo di Tulungagung. Di kota kecil dekat Blitar ini, Soekarno sempat sekolah meski tidak lama.

Selanjutnya perpindahan harus dilakukan lagi. Kali ini Soekarno pindah ke Mojokerto tempat ayahnya bekerja. Di kota inilah beliau menyelesaikan sekolah tingkat dasarnya. Raden Soekemi Sosrodihardjo memasukkan anaknya ke tempat dia mengajar. Tidak berselang lama Soekarno dipindahkan ke Surabaya.

Pada saat pindah ke Surabaya inilah Soekarno mulai belajar banyak hal. Selain mendapatkan ilmu dari sekolah, beliau juga mendapatkan ilmu dari teman ayahnya tentang dunia politik dan perjuangan. Sebelum akhirnya pindah ke Bandung, masa muda Soekarno berjalan dengan penuh tantangan yang menarik perhatiannya.

Pendidikan Ir. Soekarno

Pendidikan formal setingkat sekolah dasar pernah dilakoni oleh Soekarno di Tulungagung masih tinggal dengan kakeknya. Sayangnya pendidikan ini tidak selesai dan harus pindah ke Mojokerto. Soekarno harus mengikuti ayahnya yang merupakan seorang guru di Eerste Inlandse School

Setelah pindah ke Mojokerto, Soekarno masuk ke Eerste Inlandse School. Di sekolah ini, beliau tidak belajar sampai lulus. Beliau dipindahkan ke dipindahkan ke Europeesche Lagere School (ELS). Alasan pemindahan ini dilakukan agar Soekarno mudah masuk ke Hogere Burger School (HBS) yang merupakan sekolah unggulan setingkat SMA.

Hogere Burger School (HBS) berada di Surabaya. Setelah masuk ke sekolah unggulan ini Soekarno akhirnya tinggal di pondokan H.O.S Tjokroaminoto. Di sana dia bertemu dengan para tokoh Sarekat Islam yang terdiri dari Alimin, Musso, Darsono, Haji Agus Salim, dan Abdul Muis. Sejak masuk di HBS, Soekarno aktif di Tri Koro Darmo. Pada tahun 1918, organisasi ini akhirnya berubah menjadi Jong Java.

Sejak bergaul dengan orang dari Sarekat Islam, jiwa pemikir dari Soekarno akhirnya meningkat. Dia bahkan sempat menjadi penulis rutin di Harian Oetoesan Hindia yang dipimpin oleh H.O.S Tjokroaminoto. Sejak aktif menulis, kepedulian Soekarno terhadap isu sekitar semakin kuat. Pemikiran untuk memerdekakan Indonesia juga muncul perlahan-lahan.

Pada bulan Juli 1921, Soekarno akhirnya berhasil lulus dari HBS Surabaya. Setelah lulus, beliau langsung ke Bandung untuk melanjutkan kuliah di Technische Hoogeschool te Bandoeng yang merupakan cikal bakal ITB. Dia masuk jurusan Teknik Sipil pada tahun yang sama meski kuliah hanya dijalani selama 2 bulan saja tidak diketahui mengapa Soekarno menghentikan kuliahnya.

Selanjutnya pada tahun 1922, Soekarno mendaftar lagi dan diterima. Pada tahun ajaran ini, beliau mampu menyelesaikan kuliahnya hingga akhirnya dan lulus pada 1926. Kelulusan Soekarno dilakukan pada 25 Mei 1926 saat dies natalis ke-6 dari Technische Hoogeschool te Bandoeng.

Selama kuliah di Bandung, Soekarno tinggal di rumah salah satu petinggi Sarekat Islam Haji Sanusi yang merupakan sahabat dari H.O.S Tjokroaminoto. Saat tinggal di Bandung pergaulan dari Soekarno terus meluas. Akhirnya dia kenal dengan Ki Hajar Dewantara, Douwes Dekker, dan Tjipto Mangoenkoesoemo yang sering dikenal sebagai Tiga Serangkai pendiri Indische Partij.

Masa Perjuangan dan Karier Soekarno

Setelah lulus dari jurusan Teknik Sipil Technische Hoogeschool te Bandoeng. Soekarno memang tidak langsung terjun ke dunia politik. Sesuai dengan kemampuannya beliau bekerja di dunia arsitektur. Setelah bekerja di dunia ini barulah pada tahun 1927 beliau kembali ke dunia politik dengan gagasannya yang berani.

Karier di Dunia Arsitek

Sejak lulus dari Technische Hoogeschool te Bandoeng, Soekarno tidak bekerja di perusahaan orang lain. Beliau mendirikan sendiri sebuah biro insinyur atau semacam kantor arsitek. Dengan Ir. Anwari, Soekarno banyak sekali mengerjakan desain bangunan. Selanjutnya kerja sama juga harus dilakukan dengan Ir. Rooseno untuk mengerjakan proyek yang sama.

Saat menjadi arsitek, beliau sempat ditangkap Belanda dan dibuang ke Bengkulu. Saat dibuang ini kemampuan dari Soekarno tidak menurun. Beliau sempat melakukan renovasi masjid besar di Bengkulu. Setelah Indonesia merdeka dan beliau menjadi presiden, ilmu arsitektur diaplikasikan ke perancangan kota untuk wajah baru Indonesia. Akhirnya Jakarta dipilih untuk dibangun dengan beberapa bangunan ikonis. 

Kiprah Awal Soekarno di Dunia Politik

Kiprah awal Soekarno dalam dunia politik adalah ketika dia masuk ke Hogere Burger School (HBS). Ketika ikut dalam Jong Java, jiwa pemikirannya semakin meningkat. Dia bahkan berpikir kalau organisasi ini jadi Java-sentris. Padahal perjuangan untuk mendirikan suatu negara harus dilakukan dengan perjuangan bersama. Kalau hanya berfokus di Jawa saja perjuangan akan berjalan sia-sia.

Puncak kekesalan dari Soekarno terjadi saat rapat pleno tahunan yang diadakan Jong Java cabang Surabaya. Pada rapat ini Soekarno menggunakan Bahasa Jawa kasar dan menyebabkan pertentangan. Satu bulan kemudian Soekarno juga mengusulkan untuk menerbitkan surat kabar yang dikeluarkan oleh Jong Java dalam Bahasa Melayu saja, tidak Bahasa Belanda.

Pemilihan Bahasa Melayu dilakukan karena tidak semua lapisan masyarakat paham Bahasa Belanda. Dengan Bahasa Melayu, semua orang termasuk yang berada di Luar Jawa sekalipun bisa memahaminya dengan jelas. Dengan begitu perjuangan bangsa Indonesia bisa dilakukan dengan menyeluruh.

Pendirian Partai Nasional Indonesia

Setelah lulus dari Technische Hoogeschool te Bandoeng tahun 1926, Soekarno mendirikan Algemeene Studie Club (ASC). Organisasi ini dibuat untuk mengumpulkan orang-orang yang satu pemikiran dengan Soekarno. Organisasi ini akan mewadahi siapa saja yang ingin berjuang untuk negeri ini. Singkatnya, organisasi ini bertujuan untuk melawan Belanda secara politik tidak dengan kekerasan.

Organisasi yang dibentuk oleh Soekarno ini terinspirasi dari organisasi serupa bentukan Dr. Soetomo bernama Indonesische Studie Club. Dari organisasi seperti inilah Soekarno tidak terbendung lagi. Pemikiran tentang kemerdekaan terus diluncurkan hingga akhirnya organisasi bertransformasi menjadi semacam partai politik. Pada tahun 1927, Partai Nasional Indonesia.

Kegiatan yang dilakukan oleh Partai Nasional Indonesia atau PNI cukup masif. Gerakan nasionalisme terus ditingkatkan. Dampaknya, Belanda mengalami curiga dan menganggapnya sebagai tindakan makar. Belanda akhirnya menangkap Soekarno pada 29 Desember 1929 di Yogyakarta. Beberapa kemudian Soekarno dipindahkan ke Penjara Banceuy. 

Pada tahun 1930, Soekarno dipindahkan ke Penjara Sukamiskin. Saat dipindahkan ini Soekarno sempat membacakan Pledoi atau pembelaan diri di depan banyak orang. Selama satu tahun ke depan hingga akhir tahun 1931, Soekarno dibebaskan dari penjara karena menyelesaikan masa tahanannya.

Pengasingan Berkali-kali

Soekarno memiliki semangat juang yang sangat tinggi. Meski terus ditekan oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda dia tidak gentar. Terbukti setelah keluar dari Penjara Sukamiskin dia tetap bergabung ke partai politik. Kali ini Soekarno bergabung di Partai Indonesia (Partindo) yang merupakan cabang dari PNI. Saat bergabung di Partindo, jiwa kritis dari Soekarno kembali tumbuh dan membuat pemerintah Hindia Belanda geram.

Akhir setahun setelah berkiprah lagi di dunia politik, Soekarno diciduk lagi oleh pemerintah kolonial. Kali ini hukumannya tidak penjara. Sebagai tahanan politik, Soekarno dibuang ke Flores yang kala itu masih sangat terpencil. Bahkan, akses ke sana untuk surat saja susah. Pemerintah kolonial ingin membungkam pemikiran Soekarno yang dianggap berbahaya.

Meski pembuangan ini membuat Soekarno hampir dilupakan oleh banyak tokoh, semangatnya tidak pernah padam. Dia terus menulis pemikirannya dan mengirim surat juga ke Ahmad Hasan. Soekarno berusaha agar dia tetap dikenal hingga akhirnya mampu memerdekakan bangsa ini dari belenggu penjajahan. Di Flores dia memiliki rumah dan bergaul dengan warga sekitar.

Belanda sepertinya belum puas untuk membuat Soekarno menderita di pengasingan. Setelah dari Flores, beliau dipindahkan ke Bengkulu. Selama empat tahun sejak 1938, Belanda terus mengawasi pergerakan Soekarno. Pengasingan dari Soekarno akhirnya selesai saat Jepang mengambil alih Indonesia. Belanda yang menyerah tidak bisa melakukan apa pun.

Masa Pendudukan Jepang

Jepang dikenal cerdas dalam memanfaatkan orang. Saat mereka berhasil merebut Indonesia dari tangan Belanda, Jepang mulai membentuk banyak sekali organisasi untuk pribumi. Organisasi seperti PETA dibuat agar rasa percaya masyarakat meningkat. Apalagi ada iming-iming akan memerdekakan negeri ini setelah ratusan tahun menjadi salah satu negara koloni dan jajahan dari Belanda.

Lembaga yang bertujuan untuk menyiapkan kemerdekaan Indonesia seperti BPUPKI dan PPKI dibuat dan di dalamnya ada tokoh penting yang sangat dipercaya oleh masyarakat. Soekarno adalah salah satu orang itu. Dia berusaha berjuang untuk memerdekakan Indonesia meski cukup sulit dan Jepang tidak akan semudah itu memberikan kemerdekaan.

Momen kemerdekaan akhirnya didapat saat Jepang menyerang pada sekutu. Hiroshima dan Nagasaki yang dibom habis-habisan oleh sekutu membuat Jepang tidak bisa melakukan apa-apa. Di Indonesia berita menyerahnya Jepang pada sekutu ini ditutupi oleh petinggi. Namun, berita tetap bocor dan membuat beberapa pemuda mendesak Soekarno untuk segera memerdekakan bangsa ini.

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Soekarno pernah diculik oleh sekelompok pemuda dan dibawa ke Rengasdengklok. Peristiwa ini cukup bersejarah karena tanpa desakan pemuda seperti Soekarni, Wikana, Singgih serta Chairul Saleh, proklamasi tidak bisa dilakukan. Apalagi pemuda tidak sabar menunggu penyerahan kekuasaan dari pihak Jepang. Mereka juga curiga kalau kemerdekaan tidak akan bisa didapatkan seperti halnya saat masih dijajah Belanda.

Tekanan yang diberikan pemuda membuahkan hasil. Akhirnya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilakukan pada 17 Agustus 1945. Meski baru merdeka secara de facto, satu langkah telah dilewati. Selanjutnya perjuangan dilakukan lagi hingga dunia mengakui saat Konferensi Meja Bundar atau KMB.

Masa Soekarno Menjabat Presiden

Soekarno menjabat sebagai Presiden Indonesia pada 18 Agustus 1945 – 12 Maret 1967. Pada periode ini ada banyak kejadian yang membuat karier sebagai presiden cukup sulit. Peristiwa pertama yang harus dilalui adalah Agresi Militer Belanda yang terjadi di Indonesia selama beberapa tahun. Bahkan, Soekarno pernah ditangkap karena dianggap membangkang. Setelah Jepang kalah, Indonesia diserahkan kembali ke Belanda selaku pemilik resmi. 

Akhirnya perjuangan yang dilakukan Soekarno dan banyak pihak tidak sia-sia, negeri ini diakui oleh dunia sebagai kawasan berdaulat. Sejak saat itulah kiprah Soekarno di Indonesia dan seluruh dunia mulai terlihat. Lobi politik yang andal membuat Indonesia menjadi negara yang mudah melakukan kerja sama.

Selama menjabat sebagai presiden ada banyak sekali kejadian terjadi seperti Gerakan Non Blok hingga Konferensi Asia Afrika. Pamor dari Soekarno tidak bisa dibendung hingga berteman dengan banyak petinggi dunia hingga berakhirnya masa pemerintahan usai dan meninggal dunia. Selama 20-an tahun, Soekarno atau sering dipanggil Bung Karno membuat pondasi kuat untuk negeri ini.

Hari Tua Soekarno

Akhir masa jabatan dari Soekarno terbilang cukup memilukan. Gerakan 30 September 1965 menjadi titik nadir dari  seorang Proklamator. Hingga akhirnya beliau menandatangani Surat Pernyataan Penyerahan Kekuasaan di Istana Merdeka pada 20 Februari 1967, kondisi kesehatannya terus menurun.

Masa tua dari Soekarno dihabiskan dengan sakit cukup kronis. Ginjalnya mengalami gangguan. Bahkan pernah mengalami perawatan selama dua kali pada tahun 1961 dan 1964 di Wina. Dokter yang menangani masalah ginjal ini mengatakan agar ginjal kiri dari Soekarno harus diangkat agar kondisi tubuh tidak terus mengalami penurunan.

Sayangnya beliau menolak untuk melakukan pengangkatan ginjal meski 1965 kondisi kesehatannya terus anjlok. Selama 5 tahun, Soekarno terus berusaha menahannya hingga akhirnya meninggal dunia dalam kondisi masih berstatus tahanan politik. Beliau dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta.

Setelah meninggal pada tanggal 21 Juni 1970 pukul 07.00, beliau langsung dibawa ke Blitar untuk dimakamkan. Awalnya Soekarno memiliki wasiat untuk dimakamkan di Istana Batu Tulis Bogor. Namun, sesuai dengan Keppres RI No. 44 tahun 1970, jenazah harus dimakamkan di Blitar, dekat dengan makam dari ibunya.

Penghargaan yang Diterima Soekarno

Selama hidupnya Soekarno pernah mendapatkan 26 pengarahan dari beberapa universitas yang ada di Indonesia dan dunia. Sebagian besar penghargaan yang diberikan kepada Soekarno berjenis Doctor Honoris Causa di bidang hukum dan ilmu politik. Kemampuannya dalam berpolitik di seluruh dunia diakui oleh banyak negara dan organisasi pendidikan.

Selain mendapatkan penghargaan Doctor Honoris Causa, Soekarno juga mendapat penghargaan dari Presiden Afrika Selatan Thabo Mbeki. Penghargaan berjenis bintang kelas satu The Order of the Supreme Companions of OR Tambo yang diberikan dalam bentuk medali, pin, tongkat, dan lencana berlapis emas. Penyerahan penghargaan pada tahun 2005 ini diwakili oleh Megawati Soekarnoputri.

Penghargaan lain yang diterima oleh Soekarno karena kiprahnya adalah Penghargaan lainnya Bintang Mahaputera Adipurna (1959) dari Pemerintah Indonesia, Lenin Peace Prize (1960), dan Philippine Legion of Honor (Chief Commander, 3 Februari 1951).

Hubungan Soekarno dengan Tokoh Besar Lainnya

Hubungan Soekarno dengan tokoh penting dunia sangat baik. Ada banyak petinggi negara sahabat yang menyukai kepemimpinan Soekarno. Bahkan, penyambutan meriah dilakukan saat beliau melakukan kunjungan resmi. Kemampuan komunikasi Soekarno yang baik serta mahir berbahasa asing membuatnya bisa diterima di mana saja.

Hubungan Soekarno dan Fidel Castro

Hubungan antara Soekarno dan Fidel Castro yang merupakan pemimpin revolusioner Kuba cukup baik. Bahkan keduanya pernah saling mengunjungi dan bertukar kopiah dan topi. Saat Indonesia memasuki situasi krisis 1965, Soekarno sempat mengirim surat ke Fidel Castro mengenai kondisinya dan kondisi negara yang sangat kacau.

Hubungan Soekarno dengan Gamal Abdel Nasser

Hubungan antara Soekarno dengan Gamal Abdel Nasser tidak terjadi begitu saja. Hubungan ini terjadi karena Mesir adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Negara ini juga senang menyambut pemimpin Indonesia hingga ada taman diberi nama Soekarno di tepian Terusan Suez. Kedua tokoh yang mengikuti Gerakan Non Blok ini juga pernah berdoa bersama di Masjid Al-Azhar.

Hubungan Soekarno dengan Jawaharlal Nehru

Nehru dan Soekarno memiliki pemikiran yang sama. Keduanya ingin kawasan Asia bebas dari kolonialisme yang dilakukan oleh Eropa. Dukungan ini diberikan India dalam bentuk bantuan obat saat Indonesia dijajah Belanda. Saat kedua negara sama-sama merdeka, Soekarno pernah diundang sebagai tamu kehormatan di Hari Kemerdekaan India tahun 1950.

Hubungan Soekarno dengan John F. Kennedy

Hubungan baik antara Indonesia dan Amerika pernah terjalin saat John F. Kennedy menjabat. Bahkan, Soekarno mampu memberikan lobi yang sempurna sehingga negara adikuasa itu mampu memberikan helikopter dan menjual pesawat C-130 Hercules. Dua kendaraan udara ini digunakan dalam perebutan Irian Barat yang kala itu masih dalam cengkeraman Belanda. Kalau hubungan dua presiden ini tidak berjalan baik, kemungkinan besar kawasan Papua tidak akan didapatkan seutuhnya.

Hubungan Soekarno dengan Nikita Kruschev

Kemampuan melakukan lobi kepada seseorang atau negara adalah keahlian Soekarno. Bahkan, hubungan antara beliau dengan Nikita Kruschev sangat dekat meski Indonesia berada di kelompok gerakan non blok. Salah satu bentuk hubungan baik antara kedua pemimpin ini adalah dikirimnya banyak senjata ke Indonesia untuk mempertahankan kedaulatan.

Kata Mutiara atau Semboyan Soekarno

Sebagai seorang pemikir yang ulung, Bung Karno kerap sekali menelurkan ucapan atau ungkapan yang menjadi suri tauladan kita bersama. Berikut beberapa kata mutiara atau kutipan yang pernah diucapkan beliau dan tatap dikenal hingga sekarang.

  • Tuhan menciptakan bangsa untuk maju melawan kebohongan elit atas, hanya bangsanya sendiri yang mampu merubah nasib negerinya sendiri.
  • Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup di masa pancaroba. Jadi tetaplah bersemangat elang rajawali.
  • Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.
  • Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.
  • Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.
  • Kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta, apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu! Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, daripada makan bestik tapi budak.
  • Merdeka hanyalah sebuah jembatan, walaupun jembatan emas, di seberang jembatan itu jalan pecah dua: satu ke dunia sama rata sama rasa, satu ke dunia sama ratap sama tangis.
  • Apakah kelemahan kita adalah kurang percaya diri sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri dan kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah rakyat gotong royong.
  • Belajar tanpa berpikir itu tidaklah berguna, tapi berpikir tanpa belajar itu sangatlah berbahaya!
  • Gantungkan cita-citamu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.
  • Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun.
  • Aku ini bukan apa-apa kalau tanpa rakyat. Aku besar karena rakyat, berjuang karena rakyat, dan aku penyambung lidah rakyat.
  • Jikalau aku misalnya diberikan dua hidup oleh Tuhan, dua hidup ini pun akan aku persembahkan kepada tanah air dan bangsa.
  • Negeri ini, Republik Indonesia, bukanlah milik suatu golongan, bukan milik suatu agama, bukan milik suatu kelompok etnis, bukan juga milik suatu adat-istiadat tertentu, tapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke!
  • Kalau aku memarahimu, itu berarti aku mencintaimu. Aku melampiaskan marahku kepada orang-orang terdekat dan paling kusayangi. Ibaratnya merekalah papan peredam suaraku.
  • Aku ingin melihat kehidupan. Aku milik rakyat. Aku harus melihat mereka, aku harus mendengarkan mereka, dan bersentuhan dengan mereka. Aku merasa bahagia kalau berada di tengah mereka. Bagiku mereka adalah roti kehidupan. Aku membutuhkan masyarakat.
  • Bangunlah suatu dunia dimana semuanya bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan.
  • Orang tidak bisa mengabdi kepada Tuhan dengan tidak mengabdi kepada sesama manusia. Tuhan bersemayam di gubuknya si miskin.
  • Barangsiapa ingin mutiara, harus berani terjun di lautan yang dalam.

Buku Karya Soekarno

Semasa hidupnya Soekarno sangat aktif dalam dunia menulis dan kerap menelurkan banyak sekali karya atau tulisan yang sangat menggugah. Berikut beberapa buku yang pernah ditulis oleh Sang proklamator.

  • Pancasila dan Perdamaian Dunia
  • Kepada Bangsaku: Karya-karya Bung Karno Pada Tahun 1926-1930-1933-1947-1957.
  • Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia – Karya Sukarno & Cindy Adams. (1965)
  • Pantja Sila Sebagai Dasar Negara.
  • Bung Karno Tentang Marhaen Dan Proletar.
  • Negara Nasional Dan Cita-Cita Islam: Kuliah Umum Presiden Soekarno.
  • Mencapai Indonesia Merdeka. (1933)
  • Lahirnya Pancasila. (1945)
  • Indonesia Menggugat: Pidato Pembelaan Bung Karno di Depan Pengadilan Kolonial. (1951)
  • Sarinah: Kewajiban Wanita Dalam Perjuangan Republik Indonesia. (1951)
  • Indonesia Merdeka. (1957)
  • Di Bawah Bendera Revolusi Jilid 1. (1959) (kumpulan esai)
  • Di Bawah Bendera Revolusi Jilid 2.  (1960) (kumpulan esai)
  • Tjamkan Pantja Sila ! : Pantja Sila Dasar Falsafah Negara. (1964)
  • Komando Presiden/Pemimpin Besar Revolusi: Bersiap-sedialah Menerima Tugas untuk Menjelamatkan R.I. dan untuk Mengganjang “Malaysia”! (1964)
  • Wedjangan Revolusi. (1965)
  • Tjapailah Bintang-Bintang di Langit: Tahun Berdikari. (1965)
  • Pantja Azimat Revolusi. (1965)

Fakta Unik Soekarno

Sebagai salah satu tokoh dunia yang sangat dihormati, Soekarno memiliki banyak hal unik sejak dia hidup hingga ketika beliau meninggal dunia.

  • Pernah menjadi cover majalah Time pada tahun 1946 dan 1958 karena kiprahnya.
  • Namanya dijadikan nama jalan di Indonesia, Mesir, Maroko, dan Pakistan.
  • Ahmed Soekarno adalah nama yang sering digunakan oleh Bung Karno di kawasan Timur Tengah.
  • Wajah Soekarno paling sering muncul di uang yang berlaku di Indonesia.
  • Perangko dengan gambar Soekarno pernah diterbitkan di Kuba.

***

Itulah biografi Soekarno secara singkat dan lengkap. Semoga menjadi inspirasi untuk kita semua ya!

Leave a Reply