Kisah Nabi Ayub Dengan Kesabaran Luar Biasa

Kisah hidup dari masing-masing nabi memang memiliki jalannya sendiri dalam memberikan pelajaran untuk kita teladani, begitu juga dengan kisah Nabi Ayub yang penuh dengan perjuangan berat. Kisahnya memberikan kita begitu banyak pelajaran hidup dan untuk tidak mudah menyerah apapun cobaan yang diberikan pada kita dalam menjalani kehidupan serta mencapai impian yang telah direncanakan. Beratnya cobaan yang datang ke dalam kehidupan Nabi Ayub belum tentu juga bisa kita hadapi dengan kesabaran luar biasa yang dimilikinya.

Belajar Kesabaran dari Nabi Ayub Dengan Berbagai Cobaan Hidup

Nabi Ayub terkenal sebagai nabi yang memiliki kesabaran luar biasa untuk berbagai cobaan yang diberikan Allah SWT kepadanya. Hal yang dilakukan Nabi Ayub adalah selalu kembali kepada Allah SWT dengan berzikir, bersyukur dan selalu bersabar. Di tempat tinggal Nabi Ayub dan keluarganya dikenal sangat kaya raya dengan berbagai gedung indah serta perhiasan luar biasa yang dimilikinya. Namun dalam keadaan tersebut Nabi Ayub tidak lantas brbangga diri dan sombong, namun justru beliau sangat dermawan untuk siapa saja yang ada di sekitarnya.

Dengan kekuatan iman yang dimiliki oleh Nabi Ayub, iblis pun merasa iri dengan hal tersebut. Namun berbagai hasutan dan rayuan yang dilakukan oleh iblis tidak pernah berhasil untuk membuat Nabi Ayub melanggar aturan Allah SWT. Hingga suatu hari iblis mengatakan pada Allah SWT bahwa Nabi Ayub tidak ikhlas bersujud kepada-Nya karena hanya menginginkan harta dan anak sebagai pewarisnya. Maka Allah SWT menguji Nabi Ayub dengan mengijinkan iblis menghasutnya agar lalai dalam beribadah. Tentu iblis sangat senang dengan adanya ijin tersebut karena dia bisa membalaskan rasa dengkinya pada Nabi Ayub serta melakukan apapun yang disukainya hingga berhasil menghasut Nabi Ayub.

Singkat cerita iblis memusnahkan semua hartanya dan merobohkan rumah Nabi Ayub yang luar biasa indah hingga semua anaknya meninggal di  dalamnya. Kemudian iblis menyamar sebagai seorang lelaki dan mengatakan pada Nabi Ayub bahwa ibadahnya tidak berguna karena Allah SWT juga tidak akan menyelamatkannya. Namun Nabi Ayub justru menjawab bahwa apapun yang dimilikinya hanya pinjaman dari Allah SWT dan sekarang memang sudah saatnya pinjaman itu diambil kembali. Mendengar hal itu iblis sangat marah dan mengungkapkan kemarahan tersebut pada Allah SWT dan Dia mengijinkan iblis mengganggu kesehatan Nabi Ayub sehingga mengalami sakit kulit yang parah hingga bertahun-tahun dan ditinggalkan oleh istrinya. Namun berbagai kondisi tersebut justru membuatnya menjadi lebih rajin beribadah dan membuat usaha iblis sia-sia.

Kesembuhan Nabi Ayub dari Sakit Kulitnya

Iblis berusaha membisikkan kebencian pada istri Nabi Ayub selama sakitnya hingga sang istri mengatakan hal yang sangat menyakiti Nabi Ayub. Dia bersumpah ketika sembuh nanti akan memukul istrinya sebanyak 100 kali. Pada saat itu Allah SWT memberikan wahyu saat kondisinya sangat lemah untuk menghentakkan kakinya hingga akan muncul air sejuk untuk mandi dan minum. Setelah menggunakan air tersebut untuk mandi dan minum maka tubuh Nabi Ayub kembali sehat bahkan lebih kuat dari sebelumnya. Setelah Nabi Ayub sembuh dan istrinya kembali dia merasa tidak tega untuk menjalankan sumpah yang telah diucapkannya. Sehingga untuk tetap melaksnakannya Allah SWT memerintahkan Nabi Ayub untuk melaksanakan sumpahnya dengan memukul sang istri sebanyak 100 kali menggunakan rumput yang diikat. Dengan begitu rasa sakit yang diterima sang istri tidak akan terlalu berlebihan.

Nabi Ayub adalah orang yang sangat taat dengan perintah dari Allah SWT, maka apapun yang disampaikan kepadanya akan langsung dilaksanakan dengan baik. Apalagi untuk sumpah yang sudah diucapkannya harus tetap dijalankan meskipun tentu Nabi Ayub akan merasa kasihan dan tidak tega dengan istrinya. Kita bisa mengambil pelajaran bahwa apapun yang terjadi pada suami memang sudah seharusnya jika seorang istri harus setia pada suaminya apapun keadaannya. Terus mendukung dan merawat suami memang sudah menjadi bagian dari tanggungjawab seorang istri pada suaminya.

Nabi Ayub Ditelan Ikan Paus Saat Akan Berdakwah

Suatu saat Nabi Ayub diuji kembali oleh Allah SWT dan beliau tidak sanggup dengan dakwahnya pada kain ninawa. Kemudian Nabi Ayub berlari dan menaiki kapal, namun Allah SWT berkehendak lain dengan membuat kapalnya diterjang ombak hebat di malam harinya hingga Nabi Ayub terhempas dari atas kapal. Pada saat itu, tiba-tiba muncul seekor ikan paus yang kemudian menelan Nabi Ayub hidup-hidup. Nabi Ayub tentu sangat ketakutan dan dengan menahan makan serta minum selama berhari-hari dan setiap hari yang dilakukannya hanya bertasbih kepada Allah SWT di dalam perut ikan paus tersebut.

Selama bertasbih di dalam perut ikan paus membuat ikan-ikan dan berbagai tumbuhan laut juga ikut bertasbih. Ikan paus yang sudah menelan Nabi Ayub merasa takut dan ikut bertasbih. Kemudian sang ikan mengeluarkan Nabi Ayub dari dalam perutnya karena perintah dari Allah SWT atas tulus dan kesungguhan tobat yang dilakukan Nabi Ayub. Tubuhnya pun terhempas di sebuah pulau setelah dikeluarkan dari perut ikan paus dengan kondisi kurus kering. Namun dengan izin Allah SWT maka tubuh Nabi Ayub kembali sehat dan bugar. Hal tersebut mengingatkan kita bahwa Allah SWT memang maha pengampun dan penyayang, asalkan kita bertobat dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati maka Allah SWT akan mengampuninya serta memberikan jalan yang baik untuk kita.

Kisah Nabi Ayub yang Tertuang Dalam Alkitab

Kisah kesabaran serta cobaan hidup hingga mukjizat yang didapatkan Nabi Ayub tidak hanya diceritakan dalam Al Quran tetapi juga dalam sebuah Alkitab. Di dalam Alkitab tersebut diceritakan bagaimana Nabi Ayub mengalami berbagai cobaan berat dalam hidupnya namun kesabaran tetap menjadi hal utama yang dikedepankannya. Tidak ada alasan untuk meragukan kebesaran Allah SWT serta melalaikan ibadah yang sudah menjadi perintah-Nya. Di dalam Alkitab kita juga diingatkan untuk selalu mengingat Tuhan dengan segala detail kisah Nabi Ayub yang tentunya sangat bermanfaat untuk kita pelajari secara maksimal serta detail.

Disebutkan pula dalam Alkitab bahwa Nabi Ayub selalu bertobat untuk setiap dosa atau kesalahan yang dilakukannya dan dia tidak pernah beranggapan bahwa Allah SWT melakukan hal yang tidak baik pada kehidupannya. Nabi Ayub sangat menyadari kehidupannya ini adalah merupakan ketetapan Allah SWT apapun yang terjadi dan seberat apapun cobaan yang harus dijalani. Hal tersebut menunjukkan bahwa keteladanan dalam hal kesabaran yang dimiliki Nabi Ayub memang harus diteladani oleh seluruh umat manusia agar kehidupannya bisa berjalan tanpa beban dan perasaan menyalahkan ketetapan Tuhan atas hal yang terjadi dalam hidup kita. Setiap detail dalam kisah Nabi Ayub perlu kita pahami dan teladani dengan baik karena cobaan yang begitu berat bisa dijalaninya dengan baik.

Leave a Reply