Kisah Perjalanan Hidup Nabi Daud AS

Nabi Daud AS adalah salah satu nabi yang diakui keagungannya oleh tiga agama samawi yaitu Islam, Nasrani, dan Yahudi. Nama Daud adalah pelafalan dalam bahasa Arab sedangkan dalam bahasa Ibrani, kaum Yahudi dan Nasrani mengenalnya sebagai David. Agama Islam, Nasrani, dan Yahudi sama-sama mengakui kisah Nabi Daud AS sebagai raja kaum Bani Israil dan merupakan salah satu raja terbesar dalam sejarah. Kisah Nabi Daud yang paling terkenal adalah kisah keberaniannya melawan Jalut (Goliath) seorang petarung dari negeri Philistine.

Kisah Nabi Daud AS melawan Jalut (Goliath)


Kisah petarungan antara Nabi Daud AS dengan Jalut tercantum dalam Al Quran Surat Al Baqarah ayat 246-252. Dikisahkan kaum Bani Israil semenjak meninggalnya Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS terus saja mengalami keterpurukan akibat dari ulah mereka sendiri yang selalu membantah perintah nabi yang diturunkan pada mereka bahkan para nabi tersebut dibunuh oleh mereka. Kekuasaan kaum Bani Israil dicabut Allah Ta’ala sehingga kaum Bani Israil senantiasa ditindas oleh kaum-kaum lain bahkan Tabut (peti penyimpan kitab Taurat) yang selalu diagung-agungkan oleh kaum Bani Israil direbut oleh kaum musuh. Salah satu kaum musuh terbesar mereka adalah kaum Amaliqah (dalam Injil disebutkan kaum yang berperang dengan Bani Israil berasal dari negeri Philistine.

Kaum Bani Israil yang sudah tidak kuat dengan peperangan memohon pada Nabi Shammil (Samuel) untuk memilihkan seorang raja untuk mereka dan mereka berjanji akan mematuhi perintah raja tersebut dalam berperang di jalan Allah. Nabi Shammil meragukan janji mereka mengingat sifat kaum Bani Israil yang selalu ingkar janji dan durhaka terhadap perintah Allah SWT. Namun kaum Bani Israil berhasil meyakinkan Nabi Shammil dengan dalih bahwa mereka sudah teraniaya dan terusir dari kampung halaman jadi mereka tidak akan enggan berperang di jalan Allah. Nabi Shammil pun berdoa sepenuh hati kepada Allah SWT memohon diberikan petunjuk siapa yang bisa diangkat menjadi raja.

Allah Ta’ala menjawab doa Nabi Shammil dengan memberikan petunjuk bahwa Talūt adalah orang yang tepat untuk menjadi raja kaum Bani Israil. Saat petunjuk Allah ini disampaikan Nabi Shammil pada kaum Bani Israil, mereka menolaknya karena Talūt dianggap tidak memiliki kekayaan yang cukup sebagai seorang pemimpin. Nabi Shammil dengan tenang menjawab bahwa meskipun Talūt seorang miskin tapi ia memiliki ilmu dan fisik melebihi kebanyakan orang. Nabi Shammil juga berkata bahwa sebagai bukti kerajaannya, Bani Israil akan mendapatkan kembali Tabut yang sudah lama hilang. Perkataan Nabi Shammil menjadi kenyataan dengan dikembalikannya Tabut oleh malaikat ke tengah-tengah kaum Bani Israil. Talūt pun menjadi pemimpin perang kaum Bani Israil.

Perjalanan menuju tempat peperangan sangat gersang sehingga pasukan Talūt sangat gembira saat mereka menjumpai sebuah sungai. Tapi sungai inilah yang menjadi ujian Allah untuk melihat siapa yang beriman pada Talūt. Talūt berkata pada pasukannya bahwa mereka tidak boleh minum air sungai tersebut kecuali hanya seciduk tangan. Barang siapa yang melanggar maka mereka tidak diperkenankan melanjutkan perjalanan mengikuti Talūt. Ternyata hanya sedikit saja yang mematuhi perintah Talūt tersebut.

Pasukan Talūt yang tersisa sedikit merasa khawatir bahwa mereka tidak akan menang melawan pasukan Jalut yang besar. Belum lagi Jalut terkenal bertubuh tinggi besar dan tidak pernah kalah dalam peperangan. Namun Talūt tetap tenang dan mengajak pasukannya untuk berdoa kepada Allah SWT memohon kesabaran dan ketabahan dalam berperang. Allah menjawab doa Talūt dan pasukannya dengan memberikan kemenangan pada mereka melalui keberanian Nabi Daud AS.

Saat itu pasukan Talūt akhirnya berhadapan dengan pasukan Jalut. Jalut yang bertubuh tinggi besar seperti raksasa menantang salah seorang dari pasukan Bani Israil untuk melawannya satu lawan satu. Tapi tidak ada satupun dari pasukan Talūt yang berani menjawab tantangannya kecuali Nabi Daud AS. Saat itu Nabi Daud masih berusia 9 tahun. Berkat pertolongan Allah SWT, Daud yang masih anak-anak mampu merubuhkan Jalut hanya dengan melontarkan 3 buah batu dengan ketepelnya.

Berkat jasa dan keberanian Daud tersebut, Talūt memberikan hadiah berupa sebagian wilayah kerajaan Bani Israil padanya. Daud juga dinikahkan dengan salah satu putri Talūt bernama Mikyal. Daud kemudian melanjutkan kepimpinan sebagai raja Bani Israil setelah Talūt mangkat. Daud juga diberi keistimewaan sebagai seorang Nabi oleh Allah SWT.

Mukjizat Nabi Daud AS

Sebagai seorang Nabi, Daud dikaruniakan beberapa mukjizat oleh Allah SWT seperti:

  • Kitab Zabur yang berisikan puji-pujian terhadap Allah SWT. Diriwayatkan dalam hadits Bukhari, Rasulullah bercerita bahwa Nabi Daud diberi kemampuan dan kemudahan membaca kitab Zabur melebihi orang lain. Nabi Daud mampu menyelesaikan membaca kitab Zabur dalam waktu sangat singkat bahkan sebelum pelana kudanya selesai dipasang. Kisah Nabi Daud dan kitab Zabur berkali-kali disebutkan dalam Al Quran yaitu QS 3:184, 4:163, 17:55, 21:105, 34:10.
  • Kesempurnaan ilmu serta kemampuan menyelesaikan perselisihan seperti yang difirmankan Allah SWT dalam Al Quran Surat Şād ayat 21-26.
  • Bersuara merdu. Nabi Daud AS diberikan mukjizat suara yang merdu tanpa tandingan di seluruh dunia. Bahkan suara merdu Nabi Daud ini mampu melunakkan hati yang paling keras sekalipun.
  • Mampu melunakkan besi dengan mudah. Nabi Daud AS diberi mukjizat mampu melunakkan dan melenturkan besi dengan tangan kosong sehingga Nabi Daud AS bisa membuat baju zirah dan senjata dari besi sesuai keinginannya. Mukjizat ini tercantum dalam Al Quran Surat Saba’ ayat 10-11.
  • Gunung-gunung dan burung-burung tunduk pada Nabi Daud AS. Nabi Daud merupakan hamba Allah yang senantiasa bertasbih pada Allah. Maka dari itu Allah menundukkan gunung-gunung dan burung-burung untuk bertasbih bersama Nabi Daud AS setiap pagi dan petang seperti tercantum dalam Al Quran Surat Saba’ ayat 10 dan Surat Şād ayat 17-19.

Puasa Daud

Nabi Daud AS adalah hamba Allah yang sangat soleh dan disiplin dalam beribadah. Rasulullah SAW sendiri berkata, dalam Hadits Bukhari no. 1131, bahwa shalat dan puasa Nabi Daud adalah sebaik-baiknya shalat dan puasa di sisi Allah. Puasa Daud adalah puasa yang berselang seling harinya. Misalkan hari ini puasa, esok harinya tidak puasa, dan puasa kembali lusanya.

Dalam Hadits Bukhari no. 6277 dan Hadits Muslim no. 1159 diriwayatkan Rasulullah bersabda bahwa Puasa Daud adalah puasa paling afdhol. Nilai Puasa Daud yang sehari puasa dan sehari tidak puasa disebutkan senilai dengan puasa setengah tahun.

Kisah Nabi Daud dan Perempuan Urya

Dikisahkan bahwa Daud tertarik melihat seorang wanita bernama Bathsheba pada saat ia berada di Yerusalem. Namun wanita ini sudah bersuami yaitu Uriah Hittite. Daud yang tertarik dengan Bathsheba kemudian berkonspirasi agar Uriah tewas dalam peperangan. Allah kemudian menurunkan dua malaikat untuk menegur dan mengingatkan Daud akan kesalahannya merebut Bathsheba dan mengirim Uriah ke medan perang agar tewas di sana. Daud menyadari kesalahannya dan menangis selama 40 hari agar Allah mengampuni kesalahannya tersebut.

Kisah Daud dan perempuan Uriah memang terkenal dan tercantum juga dalam Alkitab Ibrani. Namun dalam agama Islam kisah ini dianggap bathil dan tidak ada dasarnya. Ulama-ulama Islam meyakini bahwa kisah ini bersumber pada Yazid bin Aban Ar-Ruqasyi yang selalu menceritakan hadits palsu dan semua ulama Islam sepakat untuk meninggalkan haditsnya. Selain itu dalam Al Quran juga tidak disebutkan mengenai kisah Daud, Uriah, dan Bathsheba. Itulah sebabnya umat Islam menolak mempercayai kisah Nabi Daud ini.

Leave a Reply